Month: September 2021

Makan dan Nyemil Bersamaan, Apalagi Jika Bukan Hamburger

Makan dan Nyemil Bersamaan, Apalagi Jika Bukan Hamburger – Satu lagi makanan khas Amerika Serikat yang mendunia dan terkenal tak terkecuali di Indonesia, yaitu hamburger atau lebih sering disebut dengan burger. Makanan yang satu ini terdiri dari roti bun dan daging yang berbentuk lingkaran dilengkapi dengan sayur seperti selada, tomat, dan bawang bombai serta saus. Makanan yang satu ini tidak hanya tersebar luas dikalangan dewasa dan anak muda, tetapi juga sangat popular dikalangan anak-anak.

Fordfoodanddrink – Pada awalnya hamburger tidaklah berbentuk seperti roti yang ditengahnya terdapat daging. Hamburger pertama kali diciptakan di Hamburg, Jerman itulah mengapa “Ham” yang dimaksudkan dalam kata Hamburger tidak merujuk pada daging asap sapi melainkan merujuk pada nama kota Hamburg. Daging yang digunakan pada hamburger pada awalnya merupakan salah satu olahan daging bangsa Tartar di Asia Tengah yang berupa daging cincang mentah dan dimakan bersama perasaan jeruk. Makanan tersebut kemudian tersebar ke daratan ke Eropa, tetapi bangsa Eropa menolak untuk memakan daging secara mentah dan memutuskan untuk memodifikasinya dengan membakar atau menggoreng. Kemudian olahan daging yang telah dimodifikasi tersebut dikenal sebagai steak Hamburg. Setelah cukup terkenal, beberapa imigran dari Hamburg yang datang ke Amerika mulai memperkenalakan makanan ini dan membuat variasi barunya dengan menambahkan roti dan sayur-mayur hingga akhirnya terciptalah hamburger.

Di jaman dahulu pengolahan dagingnya memang terbatas, hanya dengan diasap, dibakar atau digoreng dengan bumbu yang umum. Tapi saat ini, daging yang ada pada hamburger telah mengalami berbagai inovasi rasa mulai dari segi pengolahan dan rasanya. Ada yang tidak segan membuat rasa dagingnya menjadi rasa rendang, semua berlomba-lomba membuat inovasti terhadap makanan yang satu ini. Tidak hanya inovasi pada daging, tetapi juga pada roti yang digunakan mulai dari bentuk, rasa, dan aroma seperti salah satu contohnya yaitu hamburger yang warna rotinya hitam memiliki rasa cenderung lebih gurih dan kandungan kalorinya lebih rendah. Terkadang, untuk mendapatkan rasa asli dan khas daging dari suatu negara seperti rasa yakiniku dan rendang, beberapa pengusaha membuat sebuah terobosan dimana daging yang digunakan bisa rasanya melokal dan sangat tidak asing dilidah orang yang akan mencicipinya.

Makan dan Nyemil Bersamaan, Apalagi Jika Bukan Hamburger

Dengan kandungan gizi yang cukup dan rasa yang gurih, serta harga yang masih bisa dikategorikan umum, tidak aneh jika hidangan yang satu ini memiliki banyak penggemar. Bahkan saat ini, sebagai salah satu bukti betapa populernya hamburger, muncul frozen hamburger atau hamburger beku yang merupakan daging hamburger yang dikemas dalam plastik vakum dan dibekukan agar daging tersebut awet. Selain inovasi terhadap dagingnya, saat ini juga ada inovasi bahan utama hamburger, seperti penggunaan tempe untuk menggantikan daging yang mulai tersebar di Indonesia. Tidak ketinggalan, roti bun yang ada sekarang juga ikut berinovasi, tidak lagi hanya roti dengan taburan wijen di atasnya, tetapi roti dengan berbagai modifikasi warna dan rasa sehingga membuat rasa burger lebih afdol lagi.

Baca juga : Hot Dog, Makanan yang Sering Disalah Artikan Selama Ini

Untuk menemukan makanan yang satu ini, anda tidak perlu sulit-sulit mencarinya hingga ke luar negeri, karena saat ini di Indonesia sendiripun kita dapat dengan mudah menemukan berbagai kedai yang menawarkan variasi hamburger sebagai menu andalan mereka dengan berbagai varian harga. Tidak hanya resto besar yang meyediakan hamburger, resto cepat saji saat ini menyediakan berbagai pilihan hamburger dengan harga terjangkau.

Hot Dog, Makanan yang Sering Disalah Artikan Selama Ini

Hot Dog, Makanan yang Sering Disalah Artikan Selama Ini – Selain hamburger dan sandwich, hot dog juga merupakan makanan khas Amerika yang popular dan melibatkan penggunaan roti bun dalam pembuatannya. Hidangan ini biasanya menghadirkan sosis diantara roti bun yang dilengkapi dengan sayuran dan saus untuk menambah cita rasanya, hampir mirip dengan hamburger. Jika pada hamburger bentuk roti yang digunakan setengah lingkaran, pada hot dog roti yang digunakan berbentuk lonjong dan dibelah tengahnya. Selain itu jika pada hamburger digunakan daging yang berbentuk lingkaran, pada hotdog daging tersebut digantikan oleh sosis tekel atau juga sering disebut dengan sosis frank atau franks.

Mungkin banyak diantara kalian yang awalnya mengira bahwa daging yang digunakan pada hidangan ini merupakan daging anjing merujuk pada namanya yang terdapat kata “Dog” di dalamnya yang dalam bahasa Inggris merupakan bentuk pengungkapan hewan anjing. Padahal, penamaan hot dog bukan didasarkan pada bahan yang digunakan, tetapi pada bentuknya yang mirirp anjing tekel milik salah satu pembuat sosis terkenal yang menyarankan membuat sosis dengan bentuk melengkung seperti anjing tekel karena menurutnya sosis dengan bentuk itu akan lebih mudah disukai. Singkat cerita, seseorang yang berasal dari Frankfurt, Charles Feltman sedang kehilangan banyak pelanggannya karena mereka lebih menyukai makanan panas yang dijual dibandingkan dengan pai yang dijual olehnya. Ia cukup kesulitan jika ingin menjual makanan panas karena yang ia punya saat itu hanyalah gerobak yang mana jika ia ingin menjual makanan panas akan sangat sulit mulai dari persiapannya hingga menjualnya. Akhirnya setelah mencoba memutar otaknya ia memutuskan untuk menjual sosis tekel yang disajkan dalam roti sehingga ia tidak perlu lagi menyediakan piring bagi para pelanggannya. Lambat laun dagangan Feltman makin popular dan laku keras. Karena saking lakunya, sosis tekel ini mengalami kenaikan harga dan pembuat beberapa orang kesal. Orang-orang yang kesal ini lantas memberi tahu pembantu Feltman yaitu Nathan untuk berhenti dan memulai bisnis sosis tekelnya sendiri. Nathan pun akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja untuk Feltman dan membuka bisnis sosis tekelnya sendiri.

Hot Dog, Makanan yang Sering Disalah Artikan Selama Ini

Sebutan hot dog sendiri mulai popular ketika seorang pengusaha sosis tekel lain yang bernama Harry Stevens menyuruh para karyawannya menjual sosis tekel disetiap pertandingan baseball dan berteriak “Red-hot dachshund sausages!” yang memiliki arti “sosis anjing tekel yang merah dan panas”. Sebab kata “dachshund” susah disebutkan oleh orang Amerika, akhirnya terinspirasi dari lukisan Ted Dorgan yang menggambarkan keadaan yang diteriakan tersebut dan memberinya keterangan “Get your hotdogs” atau “Dapatkan hot dog anda”, dan akhirnya digunakanlah kata hot dog yang popular hingga saat ini.

Fordfoodanddrink – Hidangan yang satu ini selain popular karena bentuk penyajian dan rasa yang gurih, juga merupakan salah satu hidangan yang paling kerap dikonsumsi oleh masyarakat Amerika. Di Amerika sendiri, hidangan ini dapat ditemui diberbagai resto cepat saji dan juga banyak yang masih memutuskan untuk menjual hot dog dengan gerobak yang bisa jadi digunakan untuk menujukan ciri khasnya. Pembuatannya yang tidak memakan terlalu lama dan berbagai kandungan baik yang terdapat pada makanan ini seperti kalsium, vitamin, protein, dan zat besi membuat makanan ini menjadi begitu laris dikalangan masyarakat. Di Indonesia sendiri makanan ini memang tidak sepopuler hamburger atau fried chicken, tetapi hidangan ini tetap eksis sebagai jajanan yang biasanya ada diacara-acara tertentu.